Warning: Constant WP_MEMORY_LIMIT already defined in /home/u8660474/public_html/dpdhanurakaltim.com/wp-config.php on line 87
Inilah Daftar 69 Obat Sirop Dilarang Dikonsumsi terkait Gagal Ginjal Akut - Web Resmi DPD Hanura Kaltim
Web Resmi DPD Hanura Kaltim
Kaltim Nasional

Inilah Daftar 69 Obat Sirop Dilarang Dikonsumsi terkait Gagal Ginjal Akut

Ilustrasi penggunaan obat sirop. (REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan peraturan terbaru, terkait daftar obat bebas dalam bentuk sediaan cair atau obat sirop aman, sekaligus juga merilis tentang larangan obat sirop yang dijual dan di konsumsi bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan guna meminimalisasi temuan penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA), yang kemungkinan besar disebabkan intoksikasi akibat kandungan dalam sejumlah obat sirop.

Ketetapan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemenkes, Nomor : HK/02.02/III/3713/2022 tentang Petunjuk Penggunaan Obat Sediaan Cair atau Sirup, pada Anak dalam rangka Pencegahan Peningkatan Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) yang diteken oleh Plt. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada Jumat (11/11) lalu. “Seluruh fasilitas kesehatan dan penyelenggara sistem elektronik farmasi (PSEF) dan toko obat dalam penggunaan obat, agar berpedoman pada penjelasan Kepala BPOM sebagaimana dimaksud angka 1, angka 2 dan angka 3, dan ketentuan lain dalam surat ini,” demikian bunyi poin keenam SE itu.

Adapun, Angka 1 merujuk pada daftar 133 produk yang dipastikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak mengandung Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan Gliserin maupun Gliserol, serta 23 daftar obat dari 102 riwayat obat pasien GGAPA di Indonesia, yang juga dipastikan aman per 22 Oktober 2022.

Kemudian angka 2 merupakan daftar 198 produk obat sirop yang dipastikan aman oleh BP0M per 27 Oktober 2022. Sementara angka 3 adalah perkembangan BPOM dalam menindaklanjuti 3 (tiga) industri farmasi yang dinyatakan dalam produksi obatnya melebihi batas cemaran EG dan DEG yakni PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries dan PT Afi Farma dengan total produknya mencapai 69 obat sirop.

“Sehubungan daftar nama produk sesuai angka 1 dan angka 2. Apabila terdapat daftar nama produk sesuai angka 3 dikecualikan untuk tidak digunakan, dikarenakan merupakan daftar nama produk dari tiga distributor produsen yang telah dicabut izin edarnya,” lanjut Kemenkes.

Sebelumnya, pada 9 November lalu, BPOM telah menambah daftar perusahaan farmasi dan produknya yang tidak aman, karena mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas. Perusahaan farmasi yang dimaksud, ialah PT Samco Farma dan PT Ciubros Farma. Dari PT Ciubros Farma BPOM melarang produk Citomol obat sirop demam dan Citoprim suspensi antibiotik. Kemudian, dari PT Samco Farma BPOM melarang Samcodryl obat sirop batuk dan Samconal obat sirop demam.

Meskipun telah memiliki tambahan 2 (dua) perusahaan farmasi tersebut, Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, pihaknya masih menggunakan pedoman larangan obat pada 69 obat sirop dari 3 (tiga) industri farmasi sebelumnya. “Sampai saat ini kami merilis itu hanya tiga perusahaan yang sudah dipublish BPOM, bahwasannya produk mereka sudah ditarik. Sedangkan yang lain kami belum mendapatkan informasinya, rilisnya, kita tunggu saja dari BPOM,” kata Syahril dalam konferensi pers, Rabu (16/11).

Dikonfirmasi terpisah, Humas BPOM Maulvi Muhammad menuturkan bahwa pihaknya masih berproses untuk menginvestigasi, memeriksa ulang, serta merevisi 198 daftar obat aman yang sebelumnya telah dikeluarkan BPOM. “Informasi selanjutnya akan disampaikan dalam waktu dekat, karena kami perlu cross check ulang terkait list produk yang menggunakan pelarut ini,” kata Maulvi pada Rabu (6/11).

Ilustrasi obat sirop. (iStockphoto/PORNCHAI SODA)

Lantaran inventarisasi daftar obat aman itu masih berproses di BPOM, sehingga baru ada 69 obat yang dilarang untuk dikonsumsi oleh Kemenkes, berdasarkan surat edaran terbaru SE Nomor HK/02.02/III/3713/2022 poin 3, yang diteken 11 November, sebagaimana daftar sebagai berikut :
Daftar Enam Obat Sirop PT Yarindo Farmatama yang Ditarik Izin Edarnya
1. Cetrizine HCI obat sirop dengan kemasan dus, 1 botol @60 mL, nomor izin edar GKL1132716437A1

  1. Dopepsa suspensi dengan kemasan dus, botol @100 mL, nomor izin edar DKL1532719133A1

    3. Flurin DMP obat sirop dengan kemasan dus, botol plastik @60 mL, nomor izin edar DTL0332708637A1

    4. Suclarfate suspensi dengan kemasan dus, 1 botol @100 mL, nomor izin edar GKL1532719233A1

    5. Tomaag Forte suspensi dengan kemasan dus, 1 botol @100 mL, nomor izin edar DBL0432709433A1

    6. Yarizine obat sirop dengan kemasan dus, 1 botol @60 mL, nomor izin edar DKL1132716237A1

    Daftar 14 Obat Sirop PT Universal Pharmaceutical Industries yang Ditarik Izin Edarnya antara lain :
    7. Antasida DOEN suspensi dengan kemasan botol @60 mL, nomor izin edar GBL1926303433A1

    8. Fritillary & Almond Cough Mixture obat sirop dengan kemasan dus, 1 botol @100 mL, nomor izin edar DTL7826303137A1

    9. Glynasin obat sirop dengan kemasan dus, 1 botol @60 mL, nomor izin edar DTL8826301337A1

    10. New Mentasin obat sirop dengan kemasan dus, 1 botol plastik @110 mL, nomor izin edar DTL7226302837A1

    11. New Mentasin obat sirop dengan kemasan dus, 1 botol plastik @60 mL, nomor izin edar DTL7226302837A1

    12. Unibebi Cough Syrup obat sirop dengan kemasan dus, 1 botol plastik @60 mL, nomor izin edar DTL7226303037A1

    13. Unibebi Cough Syrup (rasa jeruk) obat sirop dengan kemasan dus, 1 botol plastik @60 mL, nomor izin edar DTL2026303537A1

    14. Unibebi Demam drops dengan kemasan dus, 1 botol @15 mL, nomor izin edar DBL1926303336A1

    15. Unibebi Demam obat sirop dengan kemasan dus, 1 botol @60 mL, nomor izin edar DBL8726301237A1

    16. Unidryl obat sirop dengan kemasan dus, botol @60 mL, nomor izin edar DTL0526302637A1

    17. Uniphenicol suspensi dengan kemasan dus, 1 botol @60 mL, nomor izin edar DKL9626301133A1

Related posts

BI : Proyek IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

admin

ORI : Tak Beri Palayanan Pertanahan di IKN, BPN Diduga Lakukan Maladministrasi

admin

Hyundai Komitmen Wujudkan Smart City, Bangun Air Mobility di IKN Nusantara

admin
Media Centre