JAKARTA – Presiden Joko Widodo segera mengumpulkan investor potensial, yang berminat menanamkan modalnya di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Kalimantan Timur, dijadwalkan akan digelar usai lebaran Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Hal tersebut dikemukakan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, bahwa sebelumnya Presiden telah memerintahkan untuk merinci peta IKN, sehingga investor yang hendak membangun perumahan, maupun fasilitas pendukung lainnya di IKN dapat terpetakan.
“Tujuannya beliau akan segera mengumpulkan ‘potential investor yang ingin berinvestasi di IKN. Gunanya apa peta itu? Supaya beliau ditanya kalau ada investor yang mau membangun hotel, dimana itu lokasinya, berapa hektare ini, bikin rumah sakit ini, mau bikin universitas di situ, bikin lapangan golf di sana,” jelas Basuki saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (5/4/2023).
Lebih lanjut dikemukakan Basuki, pihaknya sudah merinci peruntukan lahan di IKN, baik untuk hunian rumah, hunian vertikal, hutan kota, jalur hijau, komersial, olahraga, perkantoran pemerintah, pendidikan, peribadatan, fasilitas kesehatan, hingga taman. Dengan demikian, investor potensial dapat memetakan letak fasilitas atau hunian yang akan mereka bangun. Kementerian PUPR juga sudah menempatkan letak pembangunan dari para investor yang sudah mengajukan komitmen melalui “Letter of Intent” (LOI). “Jadi ini ada tempat komersial, yang warna kuning itu permukiman dan komersial, yang biru-biru ini perkantoran. Jadi tujuannya itu beliau (Presiden) ngecek nanti, setelah Lebaran beliau mudah-mudahan akan ke sana,” kata Basuki.
Dari lahan yang diperuntukkan bagi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN seluas 6.600 hektare, Kementerian PUPR mengalokasikan 63 persen luas lahan untuk kawasan hijau. “Ini sudah semua peruntukannya lebih detil, yang hijauan ini ada 63 persen dari total 6.700 hektare, jadi masih dalam koridor ‘Smart Forest City’,” kata Basuki seraya menambahkan lahan investasi di IKN ini dapat dibeli, namun ia belum merinci bentuk status kepemilikan lahan tersebut.
Sumber : Tempo.co | Editor : TMC